The True Story of Hansel and Gretel

The True Story of Hansel and Gretel

The True Story of Hansel and Gretel (www.jagatreview.com)

Polandia, Perang Dunia II

Api peperangan Perang Dunia II mencapai negara Polandia. Sepasang suami istri dan kedua anaknya mengendarai motor, lari dari kejaran tentara Jerman. Putus asa menhindari kejaran tentara Jerman, sang Ibu meninggalkan kedua anaknya di tengah hutan. Kedua anak itu bernama ;Hansel’ dan ‘Gretel.

Awalnya saya mengira novel ini adalah kisah Hansel dan Gretel versi klasik. Berhubung Elex belakangan ini mencetak ulang karya-karya klasik seperti Perjalanan ke Pusat Bumi dan Petualangan Tom Sawyer. Namun, ternyata novel ini tidak menceritakan tentang dua orang anak yang menemukan rumah kue di tengah hutan.

Louise Murphy menciptakan ulang kisah Hansel dan Gretel di masa Perang Dunia Kedua. Tidak ada rumah yang terbuat dari kue. Tidak ada sosok penyihir yang jahat. Yang ada hanyalah cobaan hidup, perang, dan perjuangan untuk bertahan hidup di tengah perang.

Luise Murphy berhasil menciptakan sebuah cerita dengan plot yang kaya. Gambaran suasana perang digambarkan dengan sangat nyata. Kondisi perang tidak dipandang dari sudut pandang seorang prajurit, melainkan dari sudut pandang dua anak kecil. Dua anak kecil yang harus rela berpisah dengan kedua orangtuanya dan melupakan nama mereka demi bertahan hidup di masa perang.

Banyak karakter yang diambil dari cerita asli Hansel and Gretel. Magda si ‘penyihir’ misalnya, walaupun pada kisah ini dia bukan lagi seorang penyihir yang gemar memakan anak kecil. Selain karakter, terdapat juga kejadian ikonik yang muncul. Adegan dimana Hansel dan Gretel menyebarkan remah roti tetap dimunculkan untuk menjaga ciri khas dari kisah Hansel dan Gretel.

Ini bukan kisah Hansel dan Gretel yang menjadi kisah pengantar tidur. Ada banyak adegan yang justru membuat Anda tidak dapat memejamkan mata membacanya. Adegan yang menceritakan pahitnya peperangan, kekejaman Nazi, dan sedikit harapan akan kebahagiaan. Bahkan ada beberapa adegan yang terlalu berat untuk dikonsumsi oleh anak kecil. Yup, Luise Murphy membuat Hansel dan Gretel menjadi cerita tentang perang dan perjuangan hidup.

No reader who picks up this inspiring novel will put it down until the final pages, in which redemption is not a fairy tale ending but a heartening message of hope.

-Publisher Weekly-

This entry was posted in Books. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>